Menakertans Resmikan Balai Latihan Kerja dan Kios 3 in 1 di Pasuruan Jawa Timur

Menakertans Resmikan Balai Latihan Kerja dan Kios 3 in 1 di Pasuruan Jawa TimurMenteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi meresmikan Balai Latihan Kerja dan Kios 3 in 1 di Kabupaten Pasuruan Jawa Timur. Gedung BLK dan kios 3 in 1 ini dilengkapi dengan berbagai macam workshop antara lain otomotif roda dua dan empat, jahit dan bordir, IT dan elektro

Dalam kesempatan itu, Menakertrans Muhaimin Iskandar memberikan perlengkapan pelatihan las senilai Rp1,2 M kepada BLK Pasuruan. Peresmian BLK seluas 2,4 hektar itu dihadiri oleh Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf dan Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kemnakertrans Khairul Anwar.

“Saya juga ingin mengucapkan selamat kepada Bupati Pasuruan dan jajarannya, serta seluruh masyarakat Kabupaten Pasuruan atas pembangunan Kios 3 in 1 BLK Pasuruan, “ kata Muhaimin Iskandar dalam keterangan Pusat Humas di Jakarta pada Jumat (7/3/2014).

Muhaimin mengatakan Kios 3 in 1 merupakan bagian terintegrasi dalam sistem manajemen pelatihan, sertifikasi dan penempatan tenaga kerja yang diharapkan dapat mendukung pelayanan kepada masyarakat luas, terutama untuk para pencari kerja dan kepada para pengusaha yang membutuhkan tenaga kerja.

“Aplikasi yang digunakan pada Kios 3 in 1 merupakan aplikasi web yang dapat diakses melalui jaringan internet dari manapun oleh siapapun. Aplikasi ini dirancang khusus untuk melayani kebutuhan masyarakat akan informasi terpadu terkait pelatihan, sertifikasi, dan penempatan karena sifatnya yang terbuka bagi para pengguna, baik bagi BLK selaku penyedia pelatihan dan sertifikasi, industri selaku pengguna tenaga kerja, dan pencari kerja sendiri,”kata Muhaimin.

Ditambahkan Muhaimin Pertukaran data dan informasi pada Kios 3 in 1 sangat cepat dan akurat, sehingga selain berfungsi untuk melayani masyarakat, data penggunaan Kios 3 in 1 juga dapat dijadikan sebagai salah satu bahan penyusunan kebijakan Kabupaten Pasuruan di bidang pelatihan, sertifikasi dan penempatan.

“Dengan adanya pelayanan Kios 3 in 1 di BLK Pasuruan, saya berharap pelayanan terhadap masyarakat yang membutuhkan informasi terkait pelatihan, sertifikasi, dan penempatan dapat diberikan secara maksimal, sehingga BLK akan semakin dikenal dan dibutuhkan oleh dunia industri dan masyarakat luas,” kata Muhaimin.

Dalam sambutannya, Muhaimin Iskandar juga menyampaikan apresiasi kepada GIZ Jerman melalui program kerjasama Sustainable Economic Development Through Technical Vocational Education and Training (SED – TVET), dimana Kabupaten Pasuruan telah disetujui untuk menjadi salah satu daerah target untuk komponen 1 dan komponen 2 dari program kerjasama ini, yaitu pendampingan bersama-sama antara Tim GIZ dan Kemnakertrans kepada Pemda Pasuruan dalam penyusunan Peraturan Daerah bidang Pelatihan dan Produktivitas serta Pilot Project for Integrated Online Labour Market Information, yaitu layanan terintegrasi antara Bursa Kerja Khusus (BKK), Bursa Kerja Online (BKOL) dan Kios 3 in 1.

“Integrasi informasi pasar kerja secara online dapat memperluas dan meningkatkan jangkauan akses terhadap informasi supply and demand SDM Kabupaten Pasuruan. Sehingga, angka pengangguran akan semakin menurun,” kata Muhamin.

Sebagai BLK baru, BLK Pasuruan akan membutuhkan tenaga struktural, tenaga administrasi dan yang tidak kalah pentingnya adalah tenaga instruktur pengajar. Rekrutmen dan pengangkatan tenaga pengelola BLK dan instruktur merupakan wewenang dari Pemerintah Daerah.

“Segera lakukan rekruitmen dan pengangkatan tenaga pengelola dan instruktur baru dengan jumlah dan minat bakat sesuai dengan kebutuhan kejuruan yang akan dikembangkan, agar BLK dapat beroperasi secepatnya dan menjalankan tugasnya sebagai lembaga pelatihan kerja secara optimal., “kata Muhaimin.

Dalam hal ini, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi melalui Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas selaku unit teknis yang bertugas melakukan pembinaan terhadap BLK, siap untuk bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Pasuruan untuk melakukan pendidikan dan pelatihan keinstrukturan seperti Diklat Dasar Instruktur dan Upgrading Instruktur.

“Tentunya kami juga siap untuk bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Pasuruan untuk pengembangan hal lainnya terkait dengan pembinaan dan pemberdayaan BLK Pasuruan, baik terkait program pelatihan, pengembangan standar kompetensi, sarana prasarana BLK, dan lain-lain,” kata Muhaimin