Lulusan SLTP di Korea Bergaji Rp10 Jutaan

No comment 495 views

haposan_saragih_tinjau_unsPenempatan tenaga kerja Indonesia (TKI) semi skill ke Korea Selatan melalui skema penempatan antara pemerintah (government to government) telah mendorong kesempatan yang luas bagi lulusan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) yang tidak mampu melanjutkan ke jenjang Sekolah Menengah Umum (SMU) untuk bekerja dengan gaji yang tinggi yaitu USD 1.036 atau setara dengan Rp10.360.000 per bulannya dalam kurs Rp 10.000 per dolarnya. Gaji yang diterima itu jauh di atas gaji rata-rata lulusan dari program Pasca Sarjana (S2) yang bekerja di tanah air dan itu masih gaji pokok belum dengan lembur yang bisa mencapai Rp20-30 juta per bulan.

Pernyataan itu disampaikan Direktur Pelayanan Penempatan Pemerintah Deputi Penempatan BNP2TKI, Haposan Saragih saat jumpa pers dengan wartawan di sela-sela kunjungannya ke Kampus Unisma, Malang, Selasa (15/4). Kunjungan ini dimaksudkan guna melihat pelaksanaan pendaftaran Employment Permit System-Test of Proficiency in Korean/EPS-TOPIK) melalui Paper Based Test (PBT) Tahun 2014 di Kampus Unisma yang telah berlangsung selama 3 kali pelaksanaan pendaftaran dan ujian EPS TOPIK Korea.

Menurut Haposan, persyartan bekerja ke Korea sangatlah mudah. Cukup berpendidikan SLPT, berusia antara 18-39 tahun, sehat jasmani dan rohani, membayar biaya pendaftar untuk tes sebesar USD 24 setara Rp275.000 dan pas foto terbaru. Untuk skore penilaiana keberhasilan ditentukan oleh Human Resources Development Service (HRDS) of Korea yaitu berdasarkan nilai tengah rata-rata.

Dijelaskannya, untuk tahun 2014 ini kuota yang didapat Indonesia dari pemerintah Korea yaitu berjumlah 10.200. Untuk tahun ini, BNP2TKI hanya akan menempatkan TKI untuk sektor manufacture dan fishing (perikanan). Jumlah kuota tahun 2014 ini meningkat bila dibandingkan dengan kuota tahun lalu yaitu sebanyak 7.300. Untuk kuota tahun lalu pun kita masih mendapat penambahan sebanyak 2.141 orang atau menjadi total jumlahnya 9.441. Tambahan angka penematan itu menjadikan Indonesia menjadi teratas di antar 14 negara penempatan lainnya.

Tahun 2014, Indonesioa hanya menempatkan TKI ke sektor manufaktur dan perikanan. Dan untuk TKI perikanan nanti kita akan wajibkan untuk memiliki sertifikat Basec Safety Training (BST) yaitu pengetahuan tentang berenang, pengetahuan memancing dan lainnya,

“Kita ingin TKI kita yang bekerja di sektor perikanan betul-betul memiliki pengetahuan sebagai nelayan yang handal,” ujarnya.

Haposan menjelaskan, penyebab penambahan itu dikarenakan pengguna TKI di Korea menyenangi kualitas pekerja kita yang dikenal loyal, tidak banyak protes, disiplin, rajin dan berdedikasi tinggi kepada pekerjaan.

“Pemerintah Korea telah berjanji jika Indonesia mampu menempatkan lebih maka pada tahun 2014 kita akan ditambah kuota penempatannya,” papar Haposan.

Soal perlindungan, kata Haposan sangat bagus dan sama dengan perlindungan pekerja dari Korea. TKI kita dilindungi oleh 2 asuransi yaitu asuransi dari dalam negeri dan 4 asuransi dari Korea yaitu asuransi pensiun, kecelakaan kerja, pemulangan dan asuransi kesehatan. Jadi, jika ada masalah, maka negara yang bertanggungjawab.

Penempatan TKI antar pemerintah juga dikembangkan ke Jepang untuk sektor perawat, ke Timor Leste untuk tenaga Bidang dan ke Malaysia melalui skema penempatan penerintah ke swasta ke sektor manufaktur.

“Minggu ini, saya akan ke Kanada untuk menandatangani Memorandum if Understanding antara BNP2TKI dengan pihak swasta di kota Toronto dan Kanada untuk sektor butcher (pemotong sapi) dan sektor hortikultura (sayur mayur).

Pendaftaran Ujian Calon TKI Korea 2014. Serentak di Empat Kota yaitu di Jakarta, Bandung, Solo, dan Malang. Untuk pendaftar EPS dari wilayah Jabdodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi) dan sekitarnya pendaftaran berlangsung di Kampus Universitas Pancasila, Jalan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Untuk pendaftar dari Jawa Barat di Kampus IKOPIN Bandung Jalan Raya Bandung Sumedang KM 20,5 Bandung. Pendaftar dari Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di Kampus Universitas Sebelas Maret, Jalan Ir Sutami No 36-A Kentingan, Jebres, Surakarta. Pendaftar dari Jawa Timur di Kampus Universitas Islam Malang, Jalan Mayjen Haryono 193 Malang.

“Pendaftaran di kamus Unisma di hari pertama kemarin berjumlah 1.494 orang. Diperkirakan jumlah ini bisa mencapai angka 4,000 orang,” pungkas Haposan.

Incoming search terms:

author