BNP2TKI Dorong Diaspora Indonesia Jajaki Pasar TKI di Australia

BNP2TKI Dorong Diaspora Indonesia Jajaki Pasar TKI di AustraliaBadan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) bisa memanfaatkan para pebisnis Indonesia dan individual workers (pekerja mandiri) atau dikenal dengan diaspora Indonesia yang ada di Australia untuk memperluas peluang penempatan TKI. Upaya ini dilakukan untuk membuka diplomasi ketenagakerjaan yang saat ini terasa sulit untuk masuk ke negeri Kanguru itu, Peran perwakilan diakui sulit jika harus menempatkan TKI diawali dengan adanya kerjasama penempatan melalui Memorandum of Understanding/MoU.

Karena itu disarankan ada baiknya pola penempatannya dimulai dengan memanfaatkan jaringan Indonesia Diaspora untuk memulai promosi penempatan TKI di Australia.

Selain BNP2TKI, tentu asosiasi-asosiasi profesi di Indonesia perlu membangun jejaring dengan lembaga sejenis di Australia untuk membangun kerjasama dalam menyamakan kompetensi profesi keahlian TKI dengan standar yang ada di Australia.

Demikian disampaikan Fungsional Direktorat Asia Timur dan Pasifik (Astimpas) Kemlu, Heri Sudrajat ketika berbicara pada Rapat Koordinasi PromosiIntegrated Promotion of Indonesian Overseas Workers Coordination Meeting di Hotel Sukijadi, Bandung (9/7).

Menurut Heri, peluang kerja di Australia sangat terbuka luas. Saat ini, keberadaan para pekerja Indonesia di Australia (diaspora Indonesia) cukup beragam. Mereka ada yang datang melalui jalur pendidikan , berimigrasi karena adanya penerimaan residen dengan keahlian tertentu atau niatan untuk membuka bisnis.

TKI yang ke Australia, lanjut Heri, datang secara individual melalui undangan sponsor dari perusahaan di Australia. Karena itu, keberadaan mereka merupakan modal besar buat Indonesia untuk memperkenalkan potensi SDM kita.

Di Sydney, kata Heri, saat ini ada kebijakan working holiday untuk pencari kerja (pencaker) usai 18-30 tahun. Awalnya, pemerintah Australia hanya menyediakan 100 visa bagi pencaker di pelbagai bidang namun karena kebutuhannya meningkat jumlanhya ditingkatkan menjadi 1000 visa per tahun.

“BNP2TKI bisa dorong para pencari kerja ini melalui visa working holiday,” harapnya.

Dengan visa jenis ini, kata Heri, nanti para pencaker bisa bekerja sambil berwisata berlaku. Dari sini nantinya diharapkan ada imej yang bagus tentang kualitas pekerja kita di Australia. Dia menggambarkan, negara tetangga Indonesia ini hanya berpenduduk sekitar 20 juta jiwa dengan sumber alam melimpah dan pertumbuhan ekonomi yang cukup baik 3-4 %.

Ia menambahkan, Australia termasuk negara yang tidak terkena krisis ekonomi. Karena itu, peluang kerja untuk TKI semi skill workers dan skill workers terbuka luas. Database kebutuhan di Australia cukup banyak mulai dari sektor managerial, akutansi, perkapalan, teknik, tenaga pendidikan hingga kesehatan.

“Meski peluang cukup banyak, kita perlu fokus pada sektor unggulan TKI yang akan kita kirim,” paparnya.

Selain Australia, kata Heri, di Timor Leste juga ada peluang di sektor konstruksi. Kebutuhan itu mulai tenaga insinyur hingga ke tenaga operator. Adanya kebutuhan itu disebabkan perluasan pembangunan dari sektor perminyakan yang dibantu oleh Australia. Karena itu, guna menjajai pasar ini diperlukan latihan-latihan peningkatan kompetensi.

Terkait penawaran di sektor konstruksi di Australia dan Timor Leste, peserta yang datang dari Balai Pelatihan Pekerjaan Umum menawarkan kepada APJATI untuk bekerjasama meningkatkan kompetensi TKI yang akan bekerja di sektor konstruksi.

“Kami senang jika TKI yang akan dikirim terlebih dahulu dididik di BLK pemerintah,” ujar Rusdi Basalam, Plh Ketum APJATI.

source http://bnp2tki.go.id/berita-mainmenu-231/6936-bnp2tki-dorong-diaspora-indonesia-jajaki-pasar-tki-di-australia.html

Incoming search terms: