Atasi Pengangguran, Kemnakertrans Kerahkan 1.300 Sarjana Pendamping ke Berbagai Daerah

Atasi Pengangguran, Kemnakertrans Kerahkan 1.300 Sarjana Pendamping ke Berbagai DaerahUntuk mengurangi tingkat pengangguran di daerah, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mengirimkan 1.300 orang Tenaga Kerja Sarjana (TKS) ke kawasan perkotaan dan pedesaan yang tersebar di 33 provinsi di Indonesia.

Tugas utama dari para lulusan sarjana baru (fresh graduate) ini adalah melakukan pendampingan kepada para pencari kerja dan kelompok-kelompok usaha masyarakat binaan di bidang penempatan kerja dan perluasan kesempatan kerja.

Jumlah TKS ditempatkan pada setiap provinsi, bervariasi antara 20 sampai 60 orang dan setiap TKS wajib membina 1-2 kelompok yang beranggotakan 10 orang. Sasaran pendampingan diprioritaskan bagi para pencari kerja usia muda serta masyarakat di perkotaan dan pedesaan yang merupakan kantong TKI.

” Para sarjana itu bertugas untuk menggerakkan, melatih dan mendampingi masyarakat dan para pencari kerja dalam mencari dan menciptakan kesempatan kerja baru sehingga dapat mengurangi pengangguran dan kemiskinan di perkotaan dan pedesaan, ”kata Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar dalam keterangan pers di Jakarta pada Kamis ( 5/7).

Menakertrans Muhaimin Iskandar mengatakan pengiriman sarjana pendamping ke daerah perkotaan dan pedesaan itu dilandasi pertimbangan bahwa masih banyak penduduk Indonesia tinggal di perkotaan dan pedesaan yang perlu didampingi untuk mencari pekerjaan atau menciptakan lapangan kerja baru. “Program Tenaga Kerja Sarjana atau sarjana pendamping ini bertujuan mendayagunakan ilmu, pengetahuan, dan keterampilan yang dimilki para sarjana untuk melaksanakan program pemberdayaan yang langsung menyentuh masyarakat, kata Muhaimin.

Sarjana pendamping yang diterjunkan ke masyarakat kata Muhaimin merupakan lulusan perguruan tinggi yang belum memiliki pekerjaan tetap, namun berminat mengabdikan dirinya secara sukarela untuk membantu masyarakat. Mereka menjadi motivator, fasilitator, innovator, komunikator dan dinamisator bagi kelompok masyarakat yang didampinginya.

“Dalam melaksanakan tugasnya, para sarjana pendamping itu harus mampu mempersiapkan program-program yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat, peningkatan kesejahteraan dan pengembangan usaha ekonomi produktif, padat karya, teknologi tepat guna dan kewirausahaan,” kata Muhaimin.

Selain itu, kata Muhaimin para sarjana pendamping pun dapat melakukan tugasnya dengan menangani Bursa Kerja Online (BKOL), penyuluhan Calon Tenaga Kerja Indonesia (CTKI) dan petugas pengantar/ perantara kerja bagi para pencari kerja usia muda.

Dalam pelaksanaan tugas, para sarjana yang memiliki latar belakang pendidikan yang beragam itu harus mampu mendidentifikasi potensi SDM dan SDA yang layak dikembangkan, selanjutnya mereka berinisiatif rencana program kerja sesuai dengan sasaran yang dituju.

Sebagai salah satu contohnya, para sarjana pendamping dapat pula menyelenggarakan pelatihan kewirausahaandisesuaikan dengan minat, potensi masyarakat serta sumber daya alam yang tersedia di sekitar daerah tersebut. Jenis-jenis pelatihan wirausaha yang dilakukan meliputi budidaya ayam, sapi dan kambing, usaha konveksi, menjahit dan border serta pengolahan hasil pangan dan pertanian. Selain itu ada juga pelatihan tata rias pengantin. tata boga, bengkel motor, sablon dan percetakan, pengelasan, konstruksi skala kecil, dll

“Setelah berhasil mengarahkan, memberikan pelatihan wirausaha perseorangan maupun kelompok, para sarjanapendamping itu harus terus melakukan pembinaan melalui monitoring, evaluasi dan pengawasan agar usaha masyarakat itu dapat tetap bertahan, “kata Muhaimin.

Dikatakan Muhaimin, penetapan lokasi pelaksanaan program sarjana pendamping ini harus memenuhi kriteria tertentu, diantaranya jumlah pengganggur tinggi, mempunyai potensi alam yang layak untuk dikembangkan dan adanya dukungan masyarakat dalam menerima inovasi untuk mengembangkan masyarakat mandiri.

“Yang menjadi sasaran pendampingan adalah kelompok masyarakat yang mempunyai minat dan motivasi tinggi untuk mengoptimalkan potensi diri dan sumber daya di lingkungannya, sehingga kedepannya mampu membentuk usaha mandri baik perseorangan maupun berkelompok, “kata Muhaimin.

Sasaran lainnya yang mendapat bimbingan dan pendampingan, tambah Muhaimin, adalah para pencari kerja yang berminat bekerja di sector formal baik di dalam maupun di luar negeri sesuai dengan kesempatan yang ada.

Selama menjalankan tugasnya, para sarjana pendamping itu, berhak menerima tunjangan biaya hidup, menerima jaminan asuransi jaminan kesehatan selama penugasan dan menerima bantuan biaya operasional untuk kelancaran pelaksanaan tugas.